Sabtu, 05 Maret 2016

Gelombang Doa, Pujian & Penyembahan

Hari-hari ini Tuhan terus mencurahkan anugerahNya, itu sebabnya kita harus memperhatikan hidup kita dengan seksama, Tuhan menuntut keakuratan dalam seluruh aspek kehidupan kita. Akurat dalam bersekutu dengan Dia, akurat dalam melakukan FirmanNya, akurat dalam hubungan dengan sesama, terutama dengan pemimpin. Sebab tanpa keakuratan kita tidak akan dapat melanjutkan pergerakan yang sudah Tuhan mulai dimasa lalu untuk terus berlanjut dalam generasi akhir zaman ini.

Di masa lalu pernah terjadi pergerakan Tuhan yang melanda umatNya. Rasa haus dan lapar akan Dia begitu kuat, banyak orang menjadi rindu mencari Tuhan. Mereka memuji dan menyembah Dia, di rumah-rumah, dalam persekutuan-persekutuan kecil, sampai pada akhirnya Tuhan kembali membawa gerakan doa, pujian dan penyembahan masuk ke dalam gereja.
Saat itu gereja dilanda oleh gelombang doa, pujian dan penyembahan yang sangat kuat dan umat Tuhan menjadi sungguh-sungguh mencintai Tuhan dan hidup bagi Dia.

Namun Tuhan terus mencari sekelompok orang yang sungguh-sungguh mencintai Dia, untuk dibentuk olehNya dan hidup bagi Dia untuk membawa kembali gelombang pergerakan doa, pujian dan penyembahan masuk ke dalam kehidupan umatNya agar mereka dapat menciptakan perubahan di luar gereja.
Untuk itu Tuhan akan mengerjakan kembali hal-hal berikut :
1.Tuhan akan dan sedang mencurahkan kembali dimensi doa, pujian dan penyembahan di tengah-tengah kita.
Dimensi doa, pujian dan penyembahan yang permanen akan berdiam di dalam kita, karena kita tidak sedang memulai, melainkan melanjutkan apa yang sudah Tuhan kerjakan di masa lalu. Persekutuan yang sehat dengan Tuhan harus selalu kita bangun sehingga selalu ada rasa haus dan lapar akan Tuhan yang membuat roh doa tinggal permanen dalam hidup kita.
Pada saat gelombang doa, pujian & penyembahan datang, ada kalanya Tuhan akan membangunkan kita di tengah malam atau dini hari untuk berdoa atau menyembah, lakukanlah itu agar Roh doa, pujian & penyembahan semakin membara dalam kita.
Seseorang yang mengalami kesulitan dalam berdoa berarti masih menyimpan ketidakakuratan dalam hidupnya yang tidak mau ia bereskan sehingga ia tidak dapat berdoa. Bergaullah dengan orang-orang yang mencintai Tuhan dan dengan mereka yang hatinya selalu membara dengan roh doa, pujian & penyembahan agar kitapun bisa mengalami hal yang sama.
Sudah saatnya kita memiliki sikap hati yang selalu mau mencari Tuhan setiap hari, lepas dari apapun kondisi kita, baik saat kita menginginkannya atau tidak, kita harus terus mencari Tuhan. Buanglah apapun yang menghalangi kita untuk mencintai Tuhan dan kebenaranNya, yang membuat kita tidak lagi memiliki kasih mula-mula kepada Tuhan! Kita harus memaksa diri kita untuk selalu memiliki waktu doa, pujian dan penyembahan serta membaca Firman. Memaksa diri kita untuk memiliki persekutuan yang intim dengan Tuhan, bila dibutuhkan berpuasalah, agar roh yang haus dan lapar akan Tuhan kembali menyala, dan hati kita kembali dipenuhi oleh cinta mula-mula pada Tuhan. Pastikan hati kita selalu membara dengan cinta padaNya dan berdoalah sampai Tuhan datang menjamah kita.

Apapun yang kita kerjakan, sebaik apapun dampak dari pekerjaan kita, tanpa realita Tuhan semua itu tidak berarti! Adanya realita hadirat Tuhan yang selalu melingkupi kita menjadi hal yang utama di dalam hidup. Realita Tuhan harus makin bertambah kuat dalam diri kita sebab hanya dengan cara itulah hidup kita berarti. Miliki ketetapan hati untuk selalu mencari Tuhan sampai Ia menjamah hidup kita. Bila kita memiliki kebutuhan akan Tuhan yang sangat kuat, sama halnya seperti kebutuhan kita akan udara, maka Ia akan datang menjumpai kita dan kita akan mengerti bahwa Tuhan itu demikian nyata!

Belajarlah untuk selalu menanti – nantikan Tuhan.
Yes 40:28-31
Orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mendapatkan kekuatan baru
Di dalam bahasa Ibrani “Orang yang menanti-nantikan Tuhan” diartikan sebagai orang yang mengikatkan dirinya pada Tuhan. Seseorang yang melayani Tuhan akan selalu segar dan tidak menjadi lesu. Ini dapat terjadi ketika ia selalu menanti-nantikan Tuhan dengan memiliki persekutuan yang hidup bersama Tuhan.
Pergerakan yang akan terjadi akan mengalami akselerasi/percepatan yang kuat, karena kita tidak lagi memulai dari titik awal, tetapi kita memulainya dari titik kemenangan! Untuk itu persiapkan dirimu dengan memiliki jam-jam persekutuan yang tetap bersama Tuhan. Dengan mengikatkan dirimu dengan kuat pada Tuhan, maka Ia akan memberikan posisi-posisi rohani yang baru. Di musim pencurahan roh doa, pujian & penyembahan ini, adalah saat yang baik untuk kita mengikatkan diri dengan Tuhan sebab Ia ingin kita melanjutkan pergerakanNya.
Bila Yesus ditinggikan, hal itu akan menarik semua orang datang. Bila kita terus membangun kehidupan doa kita bersama Tuhan maka akan ada orang-orang yang akan datang untuk menceritakan masalah hidup mereka dan Tuhan akan memberikan hikmat untuk menjawab mereka dan menjamah mereka melalui kita. Mereka akan merasakan realita Tuhan. Persiapkan dirmu agar Dia menjadikanmu bait RohNya.

2. Tuhan akan memberikan arahan spesifik yang mengarahkan kita untuk memasuki satu areal dalam dunia sekuler dan mencurahkan pengurapanNya untuk memampukan kita menjadi penakluk di areal tersebut dan menghadirkan kerajaanNya di dunia sekuler.
Semua kita dipanggil Tuhan dengan panggilan yang sama yaitu menaklukkan dunia & menghadirkan kerajaanNya tapi di areal yang berbeda-beda; area kerohanian, pendidikan, bisnis, dll. Di dalam pergerakan yang lama, setelah gelombang doa, pujian & penyembahan melanda, banyak umatNya tinggal berdiam di dalam gereja, padahal yang Tuhan inginkan adalah agar kita pergi untuk mencipkan perubahan di dunia, di lahan yang Dia tunjukkan. Yang perlu kita lakukan adalah mentaatiNya baik areal itu populer maupun tidak. Baik hal itu menjadikan kita terkenal ataupun tidak. Tuhan adalah pencipta segala sesuatu yang akan memberikan segala yang kita butuhkan. Tuhan yang menunjuk & Dia juga yang akan memperlengkapi. Mintalah “telinga yang mendengar dan hati yang taat”.
Kel 31:1-11 menuliskan pencurahan Roh membuat orang-orang pilihan Tuhan menjadi ahli. Tuhan mengenal segala milik kepunyaanNya dan Ia akan memanggil kita dengan nama kita untuk melakukan pekerjaan baik yang sudah Ia tetapkan dari semula. Tuhan yang memanggil, Tuhan juga yang akan memperlengkapi dengan segala keahlian.

Gunung rumah Tuhan akan lebih tinggi dari gunung-gunung yang lain, gereja akan menjadi institusi yang jauh melebihi institusi sekuler karena dipenuhi oleh orang-orang yang penuh Roh. Orang-orang yang penuh Roh akan memiliki keahlian yang datang dari Tuhan sehingga orang-orang akan melihat karya Tuhan dalam hidupnya dan memuliakan Tuhan.
Seseorang yang tidak memiliki latar belakang hukum akan memancarkan hikmat Tuhan ketika diinspirasi oleh Roh Kudus sehingga dapat membaca dan mengkritisi masalah hukum yang dapat diterima oleh mereka yang mengerti hukum. Hal seperti itu akan terjadi pada orang-orang yang dipenuhi oleh Roh Tuhan. Tuhan akan memberikan Sistem, Strategi dan Skill pada orang yang dipenuhi dengan RohNya untuk dapat mengerjakan apapun yang Ia suruh kerjakan.

3. Tuhan akan memberikan anugerah untuk kita dapat memuridkan kota dan bangsa-bangsa.
Kita tidak sedang mengejar kesuksesan atau berkat, tapi kita hanya mengerjakan ketaatan. Apa yang kita lakukan hanyalah mendengar dari Tuhan dan mentaatiNya . Melakukan kehendakNya. Ia yang akan mempromosikan kita untuk memuridkan orang-orang lain. Untuk mengajarkan kepada orang-orang lain pola hidup yang sudah kita jalani untuk diikuti. Beginilah garam berfungsi, mengasinkan sekeliling kita dengan pola hidup ilahi. Untuk seseorang dapat mengenal Tuhan, itu adalah anugerah yang datang dari Tuhan sendiri tetapi tugas kita adalah membawa pola hidup ilahi kepada banyak orang, sehingga mereka memiliki keteraturan hidup yang mendatangkan kedamaian.

Persiapkan diri dengan selalu menanti-nantikan Tuhan setiap hari, hiduplah dalam Roh, dan ikutilah tuntunan Roh Kudus maka ketika masa itu datang engkau tidak akan terlewati.

Salam Revival!!! Tuhan Yesus memberkati

Jumat, 04 Maret 2016

Walk with GOD!!!

"Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati." Yeremia 29:12-13

Sebagian dari kita mungkin pernah berkata seperti ini "Seandainya Tuhan mau memberitahukan apa yang harus saya perbuat, saya tidak harus gagal terus seperti ini." Pertanyaan yang muncul di hati saya, apakah benar Tuhan suka menyembunyikan dalam-dalam rencananya atas hidup kita sehingga kita akan sulit atau bahkan tidak mungkin mengetahuinya? Apakah benar Tuhan hanya menyuruh kita untuk patuh dan mengikuti rencanaNya tapi keberatan untuk memberitahukan kita apa yang ada dalam rencana atau rancanganNya atas diri kita? 

Tentu saja Tuhan tidak berpikir seperti itu. Jika Tuhan ingin kita berjalan sesuai rencanaNya, Dia tentu ingin kita tahu apa yang ada dalam rencanaNYa. Tuhan bukanlah pribadi yang tertutup yang terlalu sibuk buat kita. Sebaliknya, Tuhan adalah Bapa yang sangat mengasihi kita, anak-anakNya yang bahkan Dia buat seperti gambar dan rupaNya sendiri. Jika demikian kita perlu berpikir lagi, apakah kita sudah bertanya kepadaNya lewat doa-doa kita atau kita malah masih terlalu malas untuk membangun hubungan dengan Dia? Atau mungkin kita sudah berdoa, tapi seberapa  besar iman yang menyertai kita untuk bisa percaya dan mendengar? Mungkin kita masih terlalu sering digoda rasa cemas, takut, khawatir atau perasaan-perasaan lain yang menghambat kepekaan kita terhadap suaraNya. Atau mungkin juga kita masih terlalu sering melakukan hal yang buruk sehingga Tuhan tidak berkenan atas perilaku kehidupan kita. 

Daud mengatakan bahwa "TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya" Mazmur 37:23
Daud bisa mengatakan hal ini tentu berdasarkan pembuktian nyata lewat pengalaman hidupnya sendiri, daud dengan tegas mengatakan bahwa Tuhan menetapkan langkah-langkah orang. Orang yang bagaimana? Dalam ayat ini dikatakan kepada orang yang hidupya berkenan kepadaNya. Jadi apakah kita sudah berkenan kepadaNya atau belum merupakan kunci penting untuk mengalami bimbingan Tuhan atas setiap langkah kita, dalam setiap aspek kehidupan kita. Dia akan dengan senang hati turut serta membimbing langkah demi langkah. Bukankah luar biasa jika kita mengetahui bahwa bukan saja Tuhan sudah menyiapkan rencana penuh damai sejahtera menyongsong hari depan penuh harapan (Yeremia 29:11) tapi juga turut serta menuntun kita selangkah demi selangkah untuk menggenapinya? Itulah tepatnya yang siap dilakukan Tuhan kepada setiap orang yang hidupnya berkenan kepadaNya.

Dalam bentuk penyertaan Tuhan ini, kita bisa pula melihat bagaimana jika dalam perjalanan kita bertemu dengan kesulitan atau masalah. Berjalan bersama Tuhan bukan berarti bahwa hidup akan sepenuhnya lancar tanpa masalah. Tapi kabar baiknya adalah, bahkan dalam keadaan terjatuh Tuhan tetap ada bersama kita. Secara jelas ayat berikutnya mengatakan: "apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya." Mazmur 37:24. Itu artinya kita tidak perlu khawatir dalam melangkah selama Tuhan ada bersama kita.

Pada ayat selanjutnya Daud kemudian memberi kesaksian bagaimana cara Tuhan bekerja dalam hidupnya. "Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;  tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat." Mazmur 37:25-26. Kesaksian Daud mengatakan bahwa sejak masih muda hingga usia lanjut, ia tidak pernah melihat orang benar ditinggalkan Tuhan sendirian. Bahkan berkat dan penyertaan Tuhan itu tidak berhenti hanya pada orang itu saja, melainkan juga sampai kepada keturunannya. Bukan saja orang benar yang berbahagia tetapi anak cucunya pun menjadi berkat. Daud menuliskan Mazmur 37 saat ia sudah lanjut usia. Di usia demikian ia sudah banyak belajar dari jatuh bangun hidupnya yang membuat ia menjadi bijaksana. Dan semua ini ia bagikan agar kita yang masih muda bisa belajar langsung dari pengalaman hidupnya. Jika Daud mengetahui kuncinya dan sudah membuktikan, kita juga tentu bisa mengalaminya.  

Tuhan siap memberi hikmat yang memungkinkan kita untuk bisa melihat apa yang menjadi rencana atau rancanganNya bagi kita. Dia telah menyediakan segala yang dibutuhkan untuk itu lewat talenta-talenta yang telah diberikan sejak awal, dan Dia siap untuk menuntun kita dalam menjalaninya secara bertahap. Tapi ingatlah bahwa menjalani hidup yang berkenan di hadapanNya merupakan kunci yang akan membuat kita bisa mengalaminya. Selain itu ketahui pula bahwa Tuhan tidak pernah terlalu sibuk atau senang nyuekin kita, sebab Firman Tuhan berkata: "Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati." Yeremia 29:12-13
Lihatlah bahwa Tuhan bukan Sosok yang tertutup. Sebaliknya, Dia sangat terbuka kepada kita dan akan selalu dengan senang hati untuk membeberkan rencanaNya atas kita masing-masing. Bisa jadi lewat visi seperti yang Dia tanamkan pada Yusuf muda, bisa pula lewat selangkah demi selangkah hingga rencanaNya tergenapi. Rencana Tuhan tentu merupakan yang terbaik bagi kita. Daud pun tahu itu, sebab itu ia berkata: "Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang."Mazmur 37:5-6
Berjalan sesuai rencanaNya dan mengalami tuntunan Tuhan secara langsung dalam setiap langkah itu akan membuat hidup kita menemukan maknanya, tepat seperti apa yang Tuhan inginkan bagi hidup kita, baik hari ini maupun yang akan datang.

Tuhan siap menuntun kita untuk mengalami kemenangan dalam setiap langkah kita.


 Salam Revival! Tuhan Yesus memberkati

Kamis, 03 Maret 2016

Apa kata Alkitab tentang "Pacaran"???

Di dalam Alkitab tidak ditemukan tentang “pacaran”. Jika tidak percaya, coba saja baca keseluruhan Alkitab dari Kitab Kejadian sampai Wahyu Meskipun demikian di dalam Alkitab terdapat prinsip-prinsip tentang persiapan menuju pernikahan. Ya walaupun di dalam Alkitab tidak dijelaskan tentang pacaran tetapi Alkitab memiliki pandangan lain. 

Menurut pandangan dunia mungkin pacaran adalah hal yang biasa dan wajar dilakukan oleh kaum muda atau remaja. Ya memang tidaklah terlalu buruk sebenarnya jika tidak terlewat batas. Tapi cobalah lihat anak-anak sekarang. Gaya berpacaran anak-anak sekarang semakin memprihatinkan. Banyak yang terjerumus kepada hal-hal yang salah dan tidak diperbolehkan. Bahkan banyak anak-anak kecil atau anak-sekolah pun sudah berpacaran dan seolah-olah mereka mengerti tentang pacaran.
Dalam Alkitab tidak dikenal tentang pacaran, tetapi yang ada adalah persiapan menuju pernikahan. Jadi jika ada anak-anak kecil atau anak-anak remaja yang seharusnya belum cukup umur untuk menikah tetapi mereka sudah berpacaran, apakah mereka sudah siap menikah. Tentunya pasti belum siap. 

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum memasuki jenjang pernikahan. 

1.      Mau melepaskan diri dari kecemaran dunia atau tidak?
Hal yang pertama adalah kita harus melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia. Kita perlu memisahkan diri dari pandangan dunia mengenai pacaran karena cara Tuhan berbeda dengan cara dunia. Jangan sampai kita terjerat lagi oleh pandangan dan kecemaran dunia karena itu akan membuat keadaan kita lebih buruk dari sebelumnya.

"Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula." (2Petrus 2:20)

2.      Sudah lahir baru atau belum?
Menurut pandangan dunia juga mungkin jika kita selalu mempunyai pacar adalah hal yang hebat. Bahwa kita istilahnya dianggap “laku” dan jika tidak punya pacar dianggap “tidak laku”. Tetapi ini bukan tentang masalah laku ataupun tidak lakunya. Kita tahu bahwa suatu barang yang gampang laku adalah barang “murahan”. Ya karena murah dan banyak orang dapat memilikinya. Tetapi pandangan Tuhan tidak seperti itu. Bagi Tuhan kita itu adalah hal yang "paling berharga" dimata-Nya. Oleh karena itu bersikaplah seperti sesuatu yang berharga. Sebelum memasuki hubungan pacaran, kita perlu menemukan orang seperti apa yang kita inginkan. Kita perlu mengetahui apakah orang yang bersangkutan sudah lahir baru kembali atau belum.

Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." (Yohanes 3:3-8)

3.      Memiliki VISI yang sama atau tidak?
Hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah adalah apakah calon pacar kita ini memiliki keinginan yang sama untuk menjadi serupa dengan Kristus atau tidak. Karena percuma jika menjalin hubungan yang tidak memiliki VISI yang sama.

"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus," (Filipi 2:5)

Mengapa hal ini penting dalam mencari pasangan hidup?

1.      Pasangan yang tidak seimbang tidak dianjurkan
Orang Kristen perlu berhati-hati jangan sampai menikahi orang yang belum percaya. Sebab persamaan apa yang bisa didapatkan? Bisakah terang bersatu dengan gelap? Hal ini malah bisa melemahkan hubungan kita dengan Kristus dan menurunkan standar dan moral kita. Ingatlah kita ini berharga di hadapan Allah dan kita pantas mendapattkan pasangan yang berharga pula dihadapan-Nya.

"Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?" (2 Korintus 6:14-15)

2.      Harus mengasihi Tuhan lebih dari segalanya
Ketika seseorang masuk dalam hubungan yang serius dengan orang lain, penting untuk mengingat untuk mengasihi Tuhan lebih dari segalanya.

"Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku." (Matius 10:37)

Karena jika kita mengatakan atau menganggap bahwa orang lain atau calon pasangan kita itu adalah “segalanya” bagi kita atau yang paling penting dalam hidup kita adalah seperti penyembahan berhala dan itu merupakan dosa. Hal itu juga tertulis di Galatia 5:20 dan Kolose 3:5.

3.      Menjauhkan tubuh dari kenajisan
"Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit," (1 Korintus 6:9)
"Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh." (1Korintus 6:13)

Jangan sampai kita menajiskan tubuh kita dengan melakukan hubungan seks pra-nikah. Karena Tubuh kita ini untuk Tuhan. Bukankah Tuhan telah memerintahkan kita untuk mempersembahkan seluruh tubuh kita kepada-Nya. Carilah pasangan hidup yang memiliki VISI yang sama dengan kita untuk memuliakan Tuhan dan bukan hanya karena nafsu belaka.

"Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni." (2 Timotius 2:22)

Hal itu karena percabulan bukan saja dosa melawan Tuhan namun juga terhadap diri sendiri. 
"Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri." (1 Korintus 6:18).


Adalah penting untuk mengasihi dan menghormati orang lain sebagaimana Anda mengasihi diri sendiri (Roma12:9-10) dan hal ini berlaku pula untuk pacaran dan pernikahan.

Mengikuti prinsip-prinsip ini adalah cara terbaik untuk memiliki dasar yang kokoh dalam pernikahan. Ini adalah salah satu keputusan yang paling penting yang Anda ambil karena ketika dua orang mau menikah. Hal ini karena mereka akan menjadi satu daging dan tidak dapat dipisahkan lagi.

"Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging." (Kejadian 2:24)

Tuhan sedang menunggu kita saat ini!!!

Keintiman dengan Tuhan itu dimulai ketika kita secara radikal mengejar Dia dengan segenap hati. Daud menuliskan dalam Mazmur 27:8 "Hatiku mengikuti firman-Mu: 'Carilah wajah-Ku'; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN." Allah juga mengundang kita dalam Yakobus 4:8 "Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu."

Allah berkata kepada kita: “Carilah wajah-Ku! Mendekatlah kepada-Ku!” Hati kita menjerit: “Ya, Tuhan!” tetapi daging kita berteriak: “Tidak!”. Sedihnya, biasanya daging kita yang menang.

Dalam Mazmur 46:11 "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!
Kata “diamlah” berarti berhentilah dari usaha kita yang bergejolak itu. Relax saja dan berdiam diri, tenangkan hati dan dengarkan bisikan Tuhan. Itu gunanya berdiam diri dan datang ke peristirahatan Allah. Berarti kita tenggelam di dalam hadirat-Nya. Hasilnya adalah kita akan tahu siapa Allah itu.

Sewaktu kita memfokuskan hati, roh, jiwa, pikiran dan tubuh kita keseluruhan keberadaan kita kepada hadirat-Nya, kita menjadi tidak peduli akan dunia yang ada di sekitar kita. Kuncinya adalah di manakah fokus kita ,kepada perkara-perkara Surga atau perkara dunia.
Membaca Alkitab dan berdoa tidak cukup! Kita harus berdiam diri bersama Tuhan saja, tidak minta apa-apa dari Tuhan, hanya minta hadirat-Nya, dipenuhi oleh-Nya di setiap hari dari kehidupan kita.
Tuhan menyalurkan kuasa-Nya kalau kita intim dengan Dia, wujud kuasa-Nya itu dinyatakan dalam mujizat.
Bagaimana kita tenggelam di hadirat-Nya itu? Kita tenggelam di hadirat-Nya itu seperti busa atau spons yang dicelupkan ke dalam air. Secara pelan-pelan air itu akan merembes ke dalam busa, begitu pula dengan hadirat Allah. Lebih dalam lagi kita tenggelam, lebih dalam lagi kita dipenuhi dengan Roh-Nya.

Untuk masuk hadirat-Nya tidak ada formula khusus untuk itu, yang perlu adalah :
1. Sikap hati kita. Apakah kita duduk, berbaring atau sedang setir mobil.
2. Bertobatlah terhadap dosa dari kehidupan kita dan menerima pengampunan-Nya. 
3. Memuji dan menyembah Allah baik secara jasmani maupun dalam berbahasa roh.
4. Renungkan dan hayati ayat dalam Roma 6:13 "Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran."
5. Mulai mengingat-ingat kembali pengalaman bersama Tuhan, misalnya dalam kesembuhan, mujizat dan pertolongan yang lainnya di mana Dia telah menyatakan dengan cara yang luar biasa. Ini akan menciptakan lebih banyak harapan dan kesadaran akan hadirat-Nya.

Katakan: “Aku ingin Engkau lebih lagi Tuhan, hadirat-Mu lebih lagi aku rasakan Tuhan. Penuhi aku.” Katakan itu terus menerus selagi kita menunggu-Nya dan berfokus kepada Dia.
Lalu mulailah berdiam diri, di situlah kita menyiapkan diri mendengar suara-Nya.
Pengalaman intim di hadirat-Nya itu akan merubah secara radikal hidup kita.

Pengalaman masuk hadirat-Nya itu bisa macam-macam manifestasinya, rasa panas, seperti di setrum listrik atau bergoncang-goncang. Ada juga yang tenang saja atau menangis. Manifestasi yang seperti itu bukan tujuannya, tapi itu tanda bahwa kita masuk ke dalam alam supranatural kita. Kita masuk ke alam roh di mana kita dapat melihat Dia, mendengar Dia, berjalan bersama Dia dan diberi kuasa oleh Dia.

Yesaya 64:4 "Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang Allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian."

Tuhan sedang menunggu kita, agar kita mencari Dia dan mendengar bisikan-Nya!!

Kadang-kadang kita merasa pada masa kita tenggelam di hadirat-Nya itu tidak produktif. Sehingga kita bertanya: “Apakah itu penting bagi kita?” karena kita tidak melihat keuntungannya dengan cepat. Tetapi percayalah, hal itu akan membuat kita bersukacita untuk tinggal di hadirat-Nya. Waktu yang kita luangkan untuk Tuhan tidak sia-sia, Dia mendepositokannya di account kita di dalam perkara rohani dalam hidup kita. Pengurapan Tuhan akan mengalir dalam hidup kita.

Kita harus belajar berdiam diri di hadirat-Nya. Minta Dia lebih lagi dalam hidup kita. Kita perlu tenggelam dalam hadirat-Nya, agar kita dipenuhi oleh-Nya. Hasilnya akan kita dapat berlipat kali ganda kalau kita menghabiskan banyak waktu dengan Dia. Pengurapan itu akan membawa kita untuk mengalami banyak mujizat dalam hidup ini.

Rasul Yohanes menawarkan kepada kita suatu pernyataan sebagai yang ditulisnya dalam 1 Yohanes 4:17……karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.

Keintiman dengan Tuhan itu berarti kita hidup dengan memasuki hal-hal yang penuh mujizat. Menyediakan waktu untuk tinggal di hadirat-Nya itu adalah disiplin yang harus kita kembangkan untuk menerima yang disediakan Allah untuk kita.
Salam Revival!!! Tuhan Yesus memberkati

Selasa, 01 Maret 2016

Perpuluhan duit? Sudah biasa... perpuluhan waktu? Itu baru luar biasa!!!

"Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran" Hosea 6:6

Kita sebagai umat Kristiani tentu mengenal istilah perpuluhan. Perpuluhan adalah suatu kondisi dimana kita memberikan sepersepuluh dari apa yang kita dapatkan kepada Tuhan. Umat Kristiani kerap kali memberikan sepersepuluh dari pendapatan mereka sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan. Jumlah sepersepuluh tersebut masing-masing orang berbeda. Namun, apakah dengan memberikan perpuluhan tersebut tugas kita selesai?

"Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa" Matius 9:13. 

Tuhan tidak sekedar menuntut kita untuk memberikan perpuluhan sebagai persembahan tapi Ia ingin agar kita dapat saling mengasihi sesama kita. Bagaimanakah caranya agar kita mampu mengasihi sesama kita? Hanya dengan selalu bersekutu dengan Tuhan Yesus dan meneladani kehidupan-Nya lah kita dapat mengasihi sesama kita.
Perpuluhan harta sudah biasa kita lakukan, namun dalam Hosea 6:6, Tuhan meminta agar manusia lebih mengenal-Nya. Tuhan tidak menuntut harta kita, talenta kita, maupun keahlian kita karena semuanya itu berasal dari Dia. Tuhan meminta hati kita, diri kita, tubuh kita, dan waktu kita agar kita dapat bersekutu dengan-Nya.

Persekutuan dengan Tuhan merupakan sarana untuk lebih mengenal Tuhan dan isi hati-Nya. Bersekutu dengan Tuhan dapat dilakukan dengan saat teduh. Janganlah selalu menjadi pembicara, jadilah "pendengar". Tenangkanlah diri sejenak untuk meresapi dan merenungi firman Tuhan, untuk melihat kembali kebaikan Tuhan selama seharian aktifitas kita, dan katakan kepada Tuhan bahwa kita mau berserah kepada Tuhan. Kita tidak selalu akan mendapatkan jawaban berupa audible sound dari Tuhan, namun dengan selalu hening sejenak untuk Tuhan, kita akan tahu apa yang Tuhan inginkan untuk kita. Itulah perpuluhan waktu.

Sanggupkah kita memberikan perpuluhan waktu kita untuk Tuhan? Maukah kita memberikan perpuluhan waktu untuk Tuhan kita? Hayooo tantang diri kita untuk memberikan perpuluhan waktu bagi Tuhan kita!

Salam Revival!!!Tuhan Yesus memberkati

Senin, 29 Februari 2016

TETAP SEMANGAT...!!!!

Semangat adalah energi, kekuatan yang akan membawa kita mengalami penggenapan janji-janji ALLAH secara full, bukan setengah-setengah.
Dalam dunia ini kita banyak menjumpai orang-orang yang pintar, kreatif, hebat, penuh karisma, luar bisa, tetapi ini tidaklah ada manfaatnya kalau tidak memiliki mentalitas seorang pemenang.

"Seorang pemenang bukanlah orang yang gak pernah gagal, bukan orang yang gak pernah kalah, bukan orang yang gak pernah salah, bukan orang yang gak pernah jatuh….tapi seorang pemenang adalah orang yang gak pernah menyerah"
-Edwin lois cole-

Setiap kita harus sampai garis finish. Kata Paulus, kita semua sedang berlomba, berlari dalam pertandingan menuju garis finish. Didalam pertandingan akan ada banyak tantangan, godaan & masalah maka kita jangan pernah menyerah, baik itu diawal ataupun di tengah perjalanan kita. Kita tahu hari-hari ini mau gak mau, enak gak enak, suka gak suka kita berhadapan dengan peperangan yang semakin dahsyat. Kita berada di medan peperangan, kita tidak bisa mundur, kalau kita menyerah maka kita akan hancur tapi kalau kita memilih untuk terus maju, tidak menyerah dan meminta kekuatan penuh dari Tuhan maka kita akan sampai pada garis finish

Sebab Allah berfirman: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." 2 Korintus 6 :2
Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. 
Ayat ini berbicara tentang 3 hal yaitu: Tuhan mendengar, Tuhan menyatakan bahwa Dia mendengar dia kita lebih lagi dari waktu-waktu yang sebelumnya, Tuhan menyelamatkan, Tuhan menolong. Karena goncangan-goncangan akan semakin hebat tetapi bagi kita yang hidup dalam kerajaan Allah, kerajaan yang gak tergoncangkan maka kita aman dalam perlindungan Tuhan, karena Tuhan selalu menolong dan menopang kita.
Keberhasilan mengalami penggenapan janji-janji Tuhan gak berbicara tentang sesuatu yang instan tetapi suatu proses perjalanan seumur hidup yang selalu melibatkan peranan dan keaktifan kita karena kita adalah kawan sekerja Allah. Oleh karena itu, kita perlu menjaga Semangat dalam hidup kita.

Tiga cara untuk memiliki semangat dalam menjalani proses penggenapan janji-janji Tuhan yaitu:
1.    YAKIN BAHWA YANG TERBAIK DARI TUHAN MASIH ADA DI DEPAN
Saat ini mungkin kita dihadapkan dengan orang-orang atau bahkan kita sendiri yang gak memiliki semangat, gak punya gairah hidup, menjalani kehidupan hanya untuk menghabiskan sisa umur karena berfikir bahwa semua yang baik, keberhasilan yang luar biasa cuma terjadi di masa lalu dan gak akan terjadi lagi di masa depan. Wah, berarti hidup kita dalam bahaya. Ketika kita membuka mata di pagi hari, dan yang ada di kepala kita “segala yang baik telah berlalu” maka sepanjang hari kita tidak akan ada gairah, tidak ada semangat, tidak ada perjuangan.

Alkitab berkata di dalam Amsal 4 : 18 "Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari." Hidup orang benar selalu dan akan terus naik tidak turun. Orang benar adalah kita orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat. Kita benar bukan karena perbuatan atau usaha kita tetapi kita menjadi benar karena kita dibenarkan oleh iman kita kepada Yesus, ini Anugerah, kasih karunia inilah kemurahan Allah.

Ada satu falsafah dunia yang berkata “hidup itu seperti roda, kadang diatas kadang di bawah”, Falsafah ini tidak berlaku atas kita orang-orang benar, janji Allah di dalam amsal 4:18 pasti dinyatakan dalam hidup kita, kian hari kehidupan kita bertambah terang, bertambah tinggi, tidak turun tetapi semakin naik dari hari ke hari karena Tuhan sedang membawa kita mencapai puncaknya, klimaks terang itu justru terjadi pada saat kita menutup usia. Oleh karena itu jangan pernah menyerah, jangan putus asa, jangan patah semangat di tengah perjalanan hidup kita, terus bergerak bersama dengan Tuhan maka kita akan melihat sesuatu yang lebih baik, lebih besar, lebih luar biasa di depan yang pasti Tuhan kerjakan bagi kita.

Kita adalah orang-orang yang berharga di mata Tuhan, Dia memberikan kita potensi, talenta, karunia yang luar biasa, jangan berdiam diri lakukan sesuatu yang dengan apa yang Tuhan telah berikan dalam diri kita dan kerjakan semuanya bagi kemuliaan nama Tuhan maka janji Tuhan bukan hanya telah terjadi di masa lalu tetapi terjadi SEKARANG dan SELAMA-LAMANYA. Setiap kita memiliki musim yang berbeda-beda, karena kita setiap diciptakan secara special, tetapi percayalah Tuhan akan memberikan segala sesuatu tepat pada waktunya.

2.    MENJALANI PANGGILAN TUHAN
"Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya." Mazmur 139 : 13-16 
Setiap kita dilahirkan dan hadir di dunia ini memiliki tujuan, memiliki panggilan, tidak ada yang kebetulan ataupun kesalahan. Kita adalah “handmade”-Nya Tuhan, spesial, tidak ada yang sama satu dengan yang lain karena setiap kita unik dan punya tujuan, panggilan masing-masing bagi kemuliaan nama Tuhan. Maka jadilah yang terbaik di ladang yang telah ditentukan bagi kita.

Berbicara tentang panggilan rohani tidak selalu menjadi pendeta. Dalam 1 Petrus 2 : 9 "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:"
Telah dinyatakan bahwa setiap kita adalah imamat yang rajani = Pelayan Allah dan juga Raja, sehingga setiap kita memiliki dan diberi tanggung jawab besar, kepercayaan dari Tuhan untuk memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar bagi kemuliaan nama Tuhan.
Dimanapun kita diletakkan Tuhan, apapun panggilan tuhan bagi kita entah itu di “market place”, di rumah tangga, di pemerintahan atau di manapun, selalu berikan yang terbaik, lakukan yang terbaik dan persembahkan semuanya hanya bagi kemuliaan nama Tuhan.

3.    MENJALANI HIDUP DENGAN SEPENUH HATI, DENGAN BIJAKSANA
"Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap. Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada gemas-Mu? Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana." Mazmur 90 : 10-12
Kita tahu bahwa waktu berlalu begitu cepat, singkat, buru-buru, pendek oleh karena itu kita harus menjadi orang-orang yang menghargai apa yang ada, menjalani waktu dengan sepenuh hati, dengan bijaksana, tidak bermalas-malasan.

Waktu adalah sesuatu yang berharga karena waktu tidak pernah bisa diulang, apa yang telah lewat tidak dapat di ulang, kalau kita ingin memiliki hidup yang maksimal, optimal, berarti nikmati setiap jam, menit, detik dengan ucapan syukur, karena semua yang sedang terjadi dan kita lalui dalam hidup kita adalah karya Tuhan yang indah bagi kita.

Hari ini pasti lebih baik dari hari kemarin dan esok pasti lebih baik dari hari ini.
"Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!" Mazmur 118 : 24
Menyatakan bahwa waktu bersuka cita adalah hari ini, karena ini adalah hari yang dijadikan Tuhan. Suka cita dari Tuhan tidak dipengaruhi oleh situasi ataupun keadaan yang ada di luar karena semua bergoncang, semua berubah maka bersukacitalah karena sukacita kita ada karena Tuhan ada di dalam kita dan kita di dalam Tuhan.

Apapun keadaan kita saat ini, yakinlah bahwa yang terbaik dari Tuhan masih dan selalu ada di depan kita, mari jalani panggilan Tuhan bagi kita dengan sebaik-baiknya, belajarlah menyukai apa yang kita kerjakan dan kerjakan apa yang kita sukai, hari ini jalani hidup dengan sepenuh hati, dengan suka cita karena ini adalah hari yang dijadikan Tuhan. Jangan pikirkan kesusahan hari esok, kesusahan sehari cukuplah sehari karena Tuhan yang pegang hari esok kita, kita memang tidak pernah tahu apa yang ada di depan tetapi percayalah Rahmat dan Anugerah-Nya selalu tersedia bagi kita.

"PASTIKAN SELALU BAHWA KEHIDUPAN KITA, TERLEBIH LAGI KEHIDUPAN KEKERISTENAN KITA SELALU MENYALA-NYALA, BERKOBAR-KOBAR DI DALAM TUHAN!!"

Salam Revival!!! Tuhan Yesus memberkati

Rabu, 24 Februari 2016

The Chosen Generation

Akan terjadi pada hari-hari terakhir –demikianlah Firman Allah – bahwa Aku akan mencurahkan RohKu ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.” Kisah Para Rasul 2 : 17

Tahu tidak? Sebenarnya jadi generasi muda saat ini benar-benar exciting sekali! Generasi ini punya panggilan yang sangat unik dan spesial. Ada beberapa dasar untuk hal ini:

 1.      Generasi muda saat ini adalah generasi yang hidup pada puncak pemulihan segala sesuatu yang Tuhan sedang kerjakan untuk membawa gerejanya masuk dalam kesempurnaan

 2.      Generasi muda saat ini bisa jadi adalah generasi yang terakhir sebelum Tuhan datang

 3.      Generasi muda saat ini hidup dalam puncak penggenapan nubuat Alkitab

 4.      Generasi muda saat ini punya potensi dan warisan profetik yang sangat besar

 5.      Generasi muda saat ini memiliki peran yang sangat penting dalam penuaian besar di akhir jaman

 6.      Dari Firman Tuhan, salah satunya ayat di atas, kita bisa melihat bahwa gereja akhir jaman akan hidup dalam dimensi yang profetik, maksudnya hidup di dalam hubungan yang intim dengan Tuhan, sehingga kuat sekali dalam mengenali isi hati Tuhan dan pergerakan Tuhan.


Kita akan semakin banyak melihat anak-anak muda atau teruna-teruna di Gereja menyampaikan nubuat (pesan Tuhan) dan mendapat penglihatan secara supranatural yang tajam dan teruji.

Di gereja mula-mula ada seorang penginjil yang bernama Filipus, yang memiliki empat anak yang beroleh karunia untuk bernubuat (Kisah Para Rasul 21:9). Jangan heran kalau gereja di akhir jaman, akan semakin kuat bergerak di dalam kehidupan yang seperti itu. Hal tersebut akan menjadi jadi praktek sehari-hari dalam keluarga Kristen dan pelayanan gereja. Dengan pengurapan untuk mengenali isi hati Tuhan itulah gereja yang akan masuk ke dalam pelayanan yang nantinya berdampak untuk merubah lingkungan di sekitarnya.

Generasi muda, kita harus dipersiapkan dan diperlengkapi untuk menjadi ujung tombak dalam penuaian oleh bapak rohani dari generasi tua. Generasi muda yang profetik akan lahir ketika generasi tua bergerak dalam fungsi dan kuasa apostolik (pengurapan untuk membangun, meletakkan dasar yang benar bagi Tubuh Kristus).

Dengan kata lain, salah satu strategi penting dalam penuaian akhir jaman adalah membangkitkan generasi muda yang bergerak secara profetik.

Generasi muda, kita harus menyadari panggilan dan kesempatan luar biasa yang Tuhan sediakan untuk kita! Ini adalah masa yang paling menggairahkan untuk generasi muda!

Ciri-ciri dari generasi muda yang profetik:

 1.      Hidup dalam keintiman 24 jam dengan Tuhan (Yohanes 15 : 1-8)

 2.      Berdoa, memuji dan menyembah seperti Daud (Mazmur 63)

 3.      Merindukan hadirat Tuhan siang dan malam (Yesaya 26:9)

 4.      Mendengar suara Tuhan secara pribadi (Yohanes 10: 1-5)

 5.      Melayani dalam karunia-karunia profetik – perkataan hikmat, perkataan pengetahuan, membedakan roh, bernubuat (1 Korintus 12)

 6.      Menyampaikan pesan dari Tuhan (Yesaya 61:1)

 7.      Menyatakan isi hati Tuhan (Amsal 1:23)

 8.      Mempersiapkan dan membawa gereja masuk ke masa depan (II Korintus 5:5)

 9.      Menyatakan karakter Kristus (Galatia 5:22-23)

 10.   Hidup dalam kuasa salib dan kebangkitan Kristus (Filipi 3:10


Selamat memasuki masa-masa yang Tuhan sediakan bagi kita generasi muda.

Majulah dengan berani di dalam Tuhan, jangan setengah-setengah! Raihlah semua yang Tuhan sediakan bagi generasi kita dengan maksimal.


Salam Revival!!! Tuhan Yesus memberkati