Gideon hanya disuruh mengumpulkan tidak lebih dari 300 prajurit saja untuk menghadapi tentara Midian dan Amalek yang seperti pasir di tepi laut banyaknya. (Hakim-Hakim 7:7). Yefta adalah seorang anak pelacur. Yefta adalah produk broken home, diusir dari rumah, dan di masyarakat dia hanyalah orang terbuang. Tapi Tuhan sanggup mengangkatnya menjadi pahlawan gagah perkasa. (Hakim-Hakim 11). Paulus seorang pembantai orang kristen, tapi dia diubahkan luar biasa untuk menjadi pewarta firman. Dan ada banyak lagi contoh dari para tokoh Alkitab yang justru berasal dari orang biasa saja, orang tertindas, terbuang, namun kemudian dipakai Tuhan secara luar biasa.
"Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran karena mereka akan dipuaskan" Matius 5:6
Minggu, 01 November 2015
It's Your Call!!
Gideon hanya disuruh mengumpulkan tidak lebih dari 300 prajurit saja untuk menghadapi tentara Midian dan Amalek yang seperti pasir di tepi laut banyaknya. (Hakim-Hakim 7:7). Yefta adalah seorang anak pelacur. Yefta adalah produk broken home, diusir dari rumah, dan di masyarakat dia hanyalah orang terbuang. Tapi Tuhan sanggup mengangkatnya menjadi pahlawan gagah perkasa. (Hakim-Hakim 11). Paulus seorang pembantai orang kristen, tapi dia diubahkan luar biasa untuk menjadi pewarta firman. Dan ada banyak lagi contoh dari para tokoh Alkitab yang justru berasal dari orang biasa saja, orang tertindas, terbuang, namun kemudian dipakai Tuhan secara luar biasa.
Sabtu, 24 Oktober 2015
Percepatan Tuhan, ACTION NOW!!!
Untuk dapat mengalami semuanya ini, kita tidak bisa hanya sampai pada tingkat mengerti Firman.
Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa kita mengerti tetapi kita tidak percaya? Ketika masalah menghadang dan menjepit kita, apakah kita berdoa? Yang seringkali terjadi adalah kita membiarkan diri kita dikuasai oleh ketakutan, kekhawatiran, keraguan, dan kecemasan dan tidak berdoa.
KITA BERTINDAK ATAS KEPERCAYAAN KITA KEPADA FIRMAN TERSEBUT! Inilah yang dilakukan oleh Yehezkiel ketika Tuhan menempatkannya di tengah-tengah lembah yang dipenuhi tulang-tulang kering.
Ketika Tuhan memanggil kita di tengah kesibukan kita, jangan pakai logika kita berkuasa karena akan membuat kita ragu, karena logika dapat membunuh iman kita. Kita harus segera meresponsnya. Itulah yang dilakukan oleh Elisa ketika Elia melemparkan jubahnya ketika ia sedang membajak di ladang. Demikian pula dengan janda yang ditinggalkan hutang oleh suaminya yang meninggal, ketika datang kepada Elisa ia tidak mempertanyakan atau memperdebatkan instruksi yang diberikan Elisa kepadanya untuk menolongnya keluar dari masalah.
Kamis, 22 Oktober 2015
Mau atau Tidak??
Betapa seringnya kita melihat orang-orang yang tidak disangka-sangka kemudian dipakai Tuhan secara luar biasa. Bisa jadi mereka dulunya orang-orang jahat, pendosa dengan catatan masa lalu yang sangat kelam, bahkan yang tadinya begitu erat dengan kuasa kegelapan dan okultisme, yang secara logika tidak akan mungkin bisa berbalik 180 derajat dalam waktu relatif singkat. Tetapi ternyata kita terkejut melihat transformasi yang terjadi atas mereka. Bisa jadi pula mereka tadinya kita kenal sebagai orang yang penuh kelemahan. Tidak berani tampil di muka umum, tidak pandai berbicara, bukan orang yang peduli, punya inisiatif, dan sebagainya, tetapi kemudian mereka tampil melayani Tuhan dengan hebat. Manusia memang sering mengukur dari kemampuan individu. Dalam dunia pekerjaan pun orang-orang yang dipilih kerja biasanya adalah orang-orang yang dianggap punya kemampuan menonjol, punya pengalaman segudang atau punya gelar bertumpuk. Tetapi anehnya Tuhan justru memilih orang-orang yang biasa, orang-orang yang mungkin tidak menonjol bahkan mungkin tidak berguna dalam pandangan manusia untuk dipakai secara luar biasa. Kita menemukan begitu banyak orang-orang seperti ini dalam alkitab, dan inipun masih berlaku hingga hari ini.
Orang-orang biasa diubahkan lalu dipakai melakukan hal-hal luar biasa untuk Tuhan.
Tuhan sangat suka melakukan itu. Ada banyak tokoh-tokoh yang dipakai Tuhan secara luar biasa itu bukanlah berasal dari orang-orang yang punya latar belakang hebat di perjanjian lama seperti musa, daud & yefta.
- Musa mengaku sebagai orang yang tidak pandai bicara, berat mulut dan berat lidah. (Keluaran 4:10). Tapi lihatlah bagaimana hebatnya ia kemudian memimpin bangsa Israel yang tegar tengkuk selama 40 tahun.
- Daud adalah anak yang masih kemerahan (1 Samuel 17:42) ketika dipilih untuk menjadi raja, bahkan dia pula yang tampil untuk melawan Goliat, raksasa dengan perlengkapan perang lengkap, dan bukan seorang ahli perang, bertubuh sama besarnya atau pintar menyusun strategi.
- Yefta adalah anak pelacur (Hakim Hakim 1:11), seorang anak yang berasal dari keluarga broken home yang terbuang dari keluarga dan masyarakat. Tapi kemudian ia bisa dipakai Tuhan sebagai pahlawan.
Yesus ternyata lebih memilih nelayan dan pemungut cukai untuk menjadi muridNya ketimbang para ahli kitab, orator ulung, orang berpangkat, kaya atau berpengaruh. Jangan lupakan pula sosok 'paulus' yang tadinya dikenal sebagai pembantai orang kristen kemudian bisa berubah menjadi tokoh yang dikenal sangat radikal dan total dalam menyampaikan firman Tuhan hingga ke Asia sekalipun.
Setelah diubahkan dan dipakai Tuhan, paulus tidak lupa diri. Ia tetap sadar akan status masa lalunya dan tetap bersyukur bahwa ia diselamatkan bahkan dipilih untuk melakukan sebuah pekerjaan mulia. Ia mengatakan "Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah." (1 Korintus 15:9). Dari pandangan manusia mungkin seperti itulah adanya. Dia tadinya adalah orang yang kejam, pelaku kejahatan terhadap orang percaya. Dalam versi bahasa Inggris kata "menganiaya jemaat Allah" dituliskan dengan "wronged and pursued and molested the church of God (oppressing it with cruelty and violence)." Tetapi kemudian ia pun diubahkan dan dipakai secara luar biasa. Paulus melanjutkan: "Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku." (ayat 10). Paulus tahu betul bahwa jika ia menjadi siapa dia kemudian, dari orang yang kejam dan jahat lalu bertobat, berubah dan berbalik total, dari saulus menjadi paulus, itu bukanlah karena kehebatannya, melainkan berasal dari kasih karunia Tuhan, yang tidak akan pernah sia-sia dan akan selalu menyertai dirinya dalam menjalankan misinya. Paulus tidak akan pernah berhenti bersyukur setelah diselamatkan dan dipilih Tuhan, untuk itu dia menyerahkan seluruh sisa hidupnya untuk pekerjaan Tuhan, apapun resikonya dengan penuh sukacita.
Tuhan mau pakai orang-orang biasa seperti anda dan saya untuk melakukan pekerjaanNya. Kita mungkin bukanlah superhero, bukan orang yang berpengaruh di dunia, bukan orang terkaya, mungkin pula bukan orang berpendidikan tinggi dan sebagainya. Mungkin masa lalu kita kelam, penuh dosa. Mungkin kita beranggapan kita tidak ada apa-apanya dan sama sekali bukan dalam kapasitas atau pada tempatnya untuk bisa dipakai Tuhan. Mungkin kita berpikir bahwa kita mudah takut, penuh kelemahan dan sebagainya. Tetapi Tuhan tetap bisa pakai kita. Dan Tuhan sering melakukan hal itu. Mengapa? Lihat apa kata Tuhan:"Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia." (1 Korintus 1:25). Di tangan Tuhan, orang-orang biasa yang penuh kelemahan bisa diubahkan menjadi luar biasa. Sejak jaman dulu hingga hari ini kita terus melihat bagaimana firman ini dinyatakan.
Paulus punya catatan masa lalu yang suram. Tokoh-tokoh besar dalam alkitab pun sama seperti kita merupakan manusia biasa yang punya keterbatasan, kelemahan, punya rasa takut, pernah mengalami putus asa, kesepian dan lain-lain. Tapi jika Tuhan bisa mengubah dan memakai mereka secara luar biasa menjadi siapa mereka seperti yang kita kenal hari ini, mengapa tidak bagi kita?
Sebab firman Tuhan berkata "Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti" (1 Korintus 1:27-28). Dan ini bertujuan "supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah." (ay 29).
Kita tidak perlu merasa rendah diri, merasa tidak sanggup untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Ingatlah bahwa mereka yang dipilih Tuhan selama ini pun adalah orang-orang biasa yang sama seperti kita juga. Punya kelemahan, keterbatasan, pernah takut, pernah lemah, dan lain-lain, tetapi di tangan Tuhan mereka bisa diubahkan secara luar biasa. Seringkali pertanyaan yang diberikan Tuhan bukanlah kita bisa atau tidak, tetapi apakah kita mau atau tidak?
Apakah kita memiliki ketaatan, kerendahan hati dan kesediaan untuk mau diubahkan Tuhan dan dipakaiNya. Maukah kita melayani Tuhan, menjadi perantara, agenNya di dunia ini, menjadi terang dan garam, memberkati orang-orang disekitar kita? Kesediaan kita, dan bukan kehebatan kita, itulah yang diinginkan Tuhan. Hendaklah kita sepikir dengan Paulus, menyadari bahwa keselamatan yang diberikan kepada kita merupakan kasih karunia Allah dan bukan karena kehebatan kita. Bersyukurlah senantiasa untuk itu dan manfaatkanlah untuk mewartakan Firman Tuhan membawa berkat bagi orang lain. Dengarkan panggilan Tuhan bagi anda dan lakukanlah bersama-sama dengan Tuhan yang akan selalu menyertai diri anda. Jika paulus bisa melakukannya, kita pun bisa. Karena bukan karena kehebatan kita, tetapi kasih karunia Tuhanlah yang memampukan semua itu.
"Orang biasa bisa diubahkan Tuhan hingga sanggup memberi dampak yang luar biasa!!"
Tuhan Yesus Memberkati!!
Musuh terbesar kita!!!
"Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Matius 6:24
Perhatikan bahwa Yesus sendiri seolah-olah berkata bahwa rival terberatNya adalah mamon. Orang bisa saja beragama Kristen tetapi justru yang disanjung-sanjung dalam hidupnya adalah uang. Uang ini sedemikian besar kuasanya hingga Yesus pun berkata bahwa uang bersaing dengan Tuhan.
Uang adalah sesuatu yang netral, namun uang bisa memiliki kuasa yang baik ataupun jahat tergantung di tangan siapa. Jika uang menjadi tuan kita, maka kita adalah budak uang. Namun sebaliknya, memiliki penguasaan diri akan uang menjadikan kita tuan atas uang.
Berapa banyak orang yang melakukan kejahatan seperti korupsi, pembunuhan, penipuan, dll hanya karena uang? Berapa banyak orang Kristen menjadi malas beribadah ke gereja karena lebih banyak mengejar uang? Berapa banyak orang-orang yang rela kerja lembur demi uang tetapi sudah meninggalkan saat teduh pribadi?
Paulus menasihati kita demikian "Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka." ~1 Tim 6:9-10
Kitab wahyu menerangkan bahwa angka 666 merupakan lambang setan! "Adapun emas, yang dibawa kepada Salomo dalam satu tahun ialah seberat enam ratus enam puluh enam talenta" 1 Raja-raja 10:14
Kehidupan raja Salomo menjadi rusak saat ia mulai menerima kekayaan ini. Persembahan 666 talenta ini merupakan pintu masuk iblis untuk merusak hidupnya. Ia memulai pemerintahannya dengan hikmat, tetapi keterikatan akan uang merusak hidupnya. Alkitab jelas berkata kepada raja-raja yang akan memimpin Israel "Juga janganlah ia mempunyai banyak isteri, supaya hatinya jangan menyimpang; emas dan perak pun janganlah ia kumpulkan terlalu banyak.” (Ulangan 17:17). Dalam kepemimpinannya Salomo terus mengumpulkan kekayaan serta wanita-wanita yang justru membuatnya menjadi penyembah berhala. (Lihat kisahnya di 1 Raja-raja 11)
Roh mamon ini akan seperti sebuah materai kepemilikan. Jika orang percaya dimateraikan oleh Roh Kudus sebagai milik Kristus (Efesus 1:14). Efek paling buruk dari roh mamon ini akan membuat kita mengalami apa yang raja salomo lakukan, yaitu menjauh dari Tuhan, dan menjadi milik iblis. Bukankah Yudas si antikristus pertama dalam sejarah gereja juga jatuh karena cinta akan uang?
"dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya." 1 Raja-raja 11:6
Di dalam Alkitab menasehati kita "Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Ibrani 13:5
Kata-Nya lagi kepada kita: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Tuhan Yesus Memberkati!!
Rabu, 21 Oktober 2015
Be Authentic!
Di dalam sebuah persidangan, bukti yang otentik adalah bukti yang sah dan tidak bisa disangkal lagi sehingga bukti otentik adalah merupakan dasar bagi seorang hakim mengambil keputusannya. Demikian juga Allah sebagai Hakim yang Adil, Ia mau memberkati umat-Nya namun sebelumnya Ia perlu melihat dulu adakah “bukti otentik”sebagai dasar bagi-Nya dalam mengambil keputusan untuk memberkati kita?
Kekristen yang sejati, yang asli / otentik adalah yang memiliki “Kemurahan Hati.” Tuhan Yesus berkata: “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Lukas 6:36). Yakobus juga menulis: “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, –yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit–,maka hal itu akan diberikan kepadanya.” (Yakobus 1:5).Jadi kemurahan hati itu merupakan karakter dari Allah itu sendiri. Selain merupakan karakter Allah, Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya suatu rahasia untuk memiliki kehidupan yang bahagia adalah dengan memiliki kemurahan hati. Ketika Ia berada di dunia, Ia mengajarkan tentang nilai, kultur/budaya Kerajaan Allah. Yesus berkata: “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.” (Matius 5:7). Kata berbahagia di Matius 5:7 dapat dianggap sebagai konstitusi baru dari Kerajaan Allah yang berbeda dengan pandangan dunia.
Dunia juga bisa memberikan kebahagiaan seperti uang, jabatan, promosi, popularitas dan lain-lain, namun kebahagiaan yang dunia berikan itu bukan kebahagiaan yang sifatnya kekal tapi hanya sementara dan bukan kebahagiaan yang sejati. Sebaliknya, kebahagiaan yang Allah berikan itu adalah kebahagiaan yang sejati dan bersifat kekal karena Allah itu kekal. Di dalam Perjanjian Lama pada intinya Allah menetapkan kalau bangsa Israel mentaati hukum-hukum Taurat maka mereka akan diberkati. Ketaatan itu meliputi ketaatan-ketaatan di dalam area tindakan secara fisik yang ditimpali dengan berkat-berkat fisik pula. Sedangkan di dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus mengajarkan sikap-sikap hati yang kalau kita letakkan di dalam hidup kita maka kita akan menjadi orang yang berbahagia diberkati dalam arti yang sesungguhnya, yaitu berkat yang kekal dan sempurna.
SEORANG WANITA YANG MENJADI TELADAN BAGI KITA
Ribka adalah contoh yang baik bagi kita, ia tidak pernah menyangka bahwa ia akan menjadi istri dari Ishak putra Abraham, seorang sahabat Allah dan seorang yang kaya raya. Ribka tidak pernah membayangkan bahwa setelah sekian generasi ia akan menjadi nenek buyutnya raja Daud dan namanya tercatat di dalam Alkitab sebagai wanita yang luar biasa. Mengapa Ribka bisa mendapatkan semua itu? Karena ia memiliki kemurahan hati sehingga Allah berkenan kepadanya. Jika kita membaca dan menganalisa di Kitab Kejadian 24:10-21, maka kita akan menemukan kemurahan hati yang ada pada Ribka. Ribka tidak pernah tahu bahwa orang asing yang ia temui di sumur itu adalah hambanya Abraham. Yang Ribka tahu adalah ia harus berbuat baik kepada orang yang minta pertolongan bahkan ia memberi lebih dari yang diminta.
Ketika hambanya Abraham berkata: “Tolong beri aku minum air sedikit dari buyungmu itu.” yang Ribka berikan itu bukan hanya air untuk orang tersebut melainkan sepuluh ekor untanya juga diberi minum oleh Ribka. Alkitab menyatakan: Setelah ia selesai memberi hamba itu minum, berkatalah Ribka: “Baiklah untuk unta-untamu juga kutimba air, sampai semuanya puas minum.”Saya pernah membaca sebuah artikel yang menulis bahwa seekor unta dewasa bisa minum sampai 20 galon sehingga ia puas. Jadi kalau ada sepuluh ekor unta berarti Ribka telah memberi minum unta-unta tersebut sebanyak 200 galon. Dan Ribka perlu bolak-balik mengambil air dan memberi minum unta itu, Alkitab menyatakan: “Kemudian segeralah dituangnya air yang di buyungnya itu ke dalam palungan, lalu berlarilah ia sekali lagi ke sumur untuk menimba air dan ditimbanyalah untuk semua unta orang itu.”
Jika kita hitung secara konservatif, 200 galon dengan buyung yang berisi 5 galon berarti perlu 40 kali bolak balik dari sumur sampai dituangkan ke palungan, lalu jika 40 kali bolak balik dan memerlukan 3 menit setiap kalinya maka waktu yang diperlukan untuk memberi minum unta-unta itu sampai puas adalah 2 jam. Sebuah penawaran kecil yang murah hati membawa Ribka menghabiskan waktu 2 jam untuk memenuhinya. Ribka menawarkan lebih dari seharusnya. Kemurahan hatinya sangat berbeda dengan pada umumnya manusia saat ini. Saat ini justru banyak orang yang berpikir:“melakukan hal yang kecil yang diharapkan dari saya , untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya dari hal yang saya lakukan itu.” Kemanapun saudara melihat, kita akan melihat sikap usaha minimum untuk mendapatkan hasil maksimum alias banyak orang yang hitung-hitungan.
KEKRISTENAN YANG OTENTIK SELALU MEMBUAT PERBEDAAN
Khotbah Yesus di bukit adalah nilai-nilai untuk menjadi orang Kristen yang sejati, yang pasti berbeda dengan pandangan dunia. Kemurahan hati adalah kunci agar kita bahagia dan membawa dampak yang besar bagi kehidupan manusia di dunia ini. Ada dua hal yang perlu ada pada kita untuk memiliki dan menyatakan kemurahan hati yaitu:
1. Kita Tidak Bisa Bersikap Murah Hati Dan Munafik Di Saat Yang Sama
Bandingkan sikap Ribka yang murah hati dengan sikap munafik orang-orang farisi yang menghitung-hitung amalnya. Sikap munafik seringkali membuat orang lain sengsara. Kemunafikan itu menghilangkan tanggung jawab yang Allah berikan kepada kita. Tanggung jawab kita sebagai pengikut Kristus adalah hidup sebagai saksi Kristus.
Di dalam sebuah persidangan, seorang saksi dituntut harus jujur karena saksi dusta itu hukumannya berat. Ada tertulis: “Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan akan binasa.” (Amsal 19:9).
Jika kita ingin memiliki kemurahan hati, maka kita harus membuang kemunafikan dari dalam diri kita. Caranya adalah mematikan keinginan daging kita yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Rasul Paulus menulis: “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Filipi 1:21).
Hanya dekat dengan Tuhan dan tunduk kepada Firman Tuhan, maka kita bisa bebas dari kemunafikkan. Tuhan Yesus berkata: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8:31-32)
2. Kita Tidak Bisa Melakukan Hal Yang Besar Sebelum Melakukan Hal Yang Kecil
Mudah / gampang untuk kita berbicara tentang hal-hal yang besar dan sikap murah hati yang akan kita lakukan pada masa depan. Tapi kalau kita tidak murah hati dengan apa yang ada pada kita sekarang, maka sedikit sekali kita akan membawa perubahan di masa yang akan datang. Mudah saja kita berkata; “Kita jadikan bangsa- bangsa menjadi muridnya Tuhan!” Tetapi keluarganya sendiri sudah dimuridkan atau belum? Apakah jemaat yang ada di gereja lokalnya sendiri sudah dimuridkan atau belum? Rasanya mudah untuk kita berkata: “Hapuskan kemiskinan di Indonesia, jadikan bangsa Indonesia menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain!” Lalu bagaimana dengan saudaranya sendiri yang miskin apakah sudah ditolong atau belum? Bagaimana dengan jemaat yang miskin di gereja lokalnya, apakah sudah mendapat perhatian dan bantuan atau belum?
Ribka memulai dengan memberi seorang asing minum, setelah itu ia baru memberi minum unta-untanya. Ribka melakukan hal yang berbeda, mudah bagi Ribka jika hanya memberi minum kepada orang asing itu, lalu ia pulang. Tetapi Ribka membuat perbedaan di mata hamba Abraham itu. Didorong kemurahan hatinya yang begitu besar maka Ribka bukan hanya memberi orang asing itu minum tetapi juga unta-untanya. Apa hasilnya? Betul seperti ada tertulis: “Sebab mereka menabur angin, maka mereka akan menuai puting beliung” (Hosea 8:7).
Yang dituai selalu jauh lebih besar dari pada yang kita tabur.
Ketika hamba Abraham mengungkapkan siapa dirinya maka iapun mengeluarkan perhiasan emas dan perak serta pakaian kebesaran, dan memberikan semua itu kepada Ribka; juga kepada saudaranya dan kepada ibunya diberikannya pemberian yang indah-indah. Ketika kita memberi dengan murah hati, maka orang-orang yang kita cintai juga akan diberkati. Selalu ada luapan kemurahan hati yang memberkati mereka yang terdekat dengan pemberi. Yesus mengajarkan; “Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.” Berkat ekstra diperoleh dari usaha ekstra. Ribka tidak pernah menduga bahwa apa yang ia lakukan membawanya menjadi nenek buyut Sang Mesias di kemudian hari, dahsyat!
KEKRISTENAN YANG OTENTIK PEDULI BANGSANYA
Marilah kita mulai bermurah hati di tempat kita berada, mulailah dari yang terdekat dulu sebab inilah saatnya gereja menyatakan“keotentikkannya / keasliannya.” Tengoklah keadaan bangsa kita, sangat menyedihkan melihat kenyataan bahwa Indonesia diberkati Tuhan dengan kekayaan alam, hasil laut dan hasil bumi yang berlimpah-limpah tetapi masih ada puluhan juta orang miskin di negeri yang kaya ini, mengapa? Jawabannya adalah masih banyak orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri, masih banyak orang yang tidak peduli dengan kesusahan orang lain. Kemurahan hati masih merupakan barang yang langka di negeri ini sehingga kemiskinan masih betah tinggal di negeri yang kita cintai ini.
Saudaraku, saat ini dunia sudah banyak mendengar khotbah-khotbah orang Kristen, dunia ingin melihat bukti nyata. Karena kedurhakaan sudah meningkat maka kasih telah menjadi dingin, oleh karena itu dunia sedang menantikan anak-anak Allah menyatakan keotentikkannya. Jika orang Kristen tidak perduli dengan kesusahan orang lain, jika orang Kristen hanya mementingkan diri sendiri, selalu perhitungan, tidak murah hati maka jangan heran jika Kekristenan menjadi tidak menarik lagi.
Coba kita bayangkan apa yang akan terjadi dengan dunia saat ini jika;
– Nuh tidak mau bermurah hati dan ia berkata:“Saya tidak mau membangun bahtera!”
– Musa tidak mau bermurah hati dan berkata:“Saya tidak mau kembali ke Mesir!”
Mungkin ada di antara kita yang berkata, “Kalau Nuh dan Musa tidak mau, Tuhan bisa pakai yang lain kok,” baiklah masuk akal juga, tapi coba renungkan yang satu ini; jika Yesus tidak mau bermurah hati dan berkata: “Saya tidak mau disalibkan!” Apa yang akan terjadi dengan keselamatan umat manusia?
Suatu lifestyle yang memberi dengan murah hati dampaknya akan lebih lama daripada lamanya kita hidup di dunia bahkan hingga di akhirat. Bagaimana dengan kita? Umat yang layak bagi Tuhan adalah umat yang hidup sama seperti Kristus telah hidup, jika Kristus murah hati maka bisa dipastikan Kekristenan yang otentik akan nampak dengan perbuatan murah hati di mana di setiap peristiwa kehidupan, para pengikut Kristus menyatakan kasih-Nya dengan memberikan tangan-tangan yang terulur dan memberikan lebih dari yang diminta atau diharapkan.
Salam Revival!!!Tuhan Yesus Memberkati
Katakan tidak untuk KOMPROMI!!
Selasa, 20 Oktober 2015
Excellent Life
Setiap manusia pasti memliki kerinduan agar hidupnya tidak hanya kehidupan yang biasa-biasa saja. Seringkali manusia mencari kehidupan yang hanya untuk dapat dipuji oleh sesamanya. Yang Tuhan kehendaki adalah agar kita tidak mencari pujian dari manusia, tapi pujian di hadapanNya.
Inti dari menyenangkan hati Tuhan adalah dengan melakukan kehendak Allah Bapa di sorga.
Matius 11:11a; Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, Jika yang memuji itu dari pihak manusia maka kecenderungannya subjektifitas, tergantung dari kebaikan orang tersebut. Namun, jika itu dari Allah, itu merupakan pujian yang bernilai atas apa adanya orang tersebut.
Yohanes Pembaptis adalah orang yang sederhana, yang tinggalnya di hutan, yang makanannya belalang dan madu hutan (Mat. 3:4). Tapi yang juga dinilai A+ atau A-plus oleh Tuhan Yesus. Mari, kita kejar nilai A-plus.
Yang kita kejar bukan pujian dari manusia tapi pujian dari Allah sendiri. Sebab ketika Tuhan memuji, maka Dia, Allah, melihat sesuatu yang spesial ada di dalam hidup kita. Pertanyaannya: Apakah hari ini ada sesuatu yang spesial di dalam kita yang Tuhan temukan?
Ada 3 hal yang membuat Yohanes Pembaptis mendapat nilai A+ dari Tuhan, yaitu:
1. Dia tahu Sumbernya (ayat 27)
Yohanes Pembaptis dalam pelayanannya, tahu dengan persis dari mana sumber hidupnya. Hal yang berbahaya bagi manusia hari-hari ini adalah tidak tahu dari mana sumber hidupnya, sehingga membuat kita melakukan hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan.
Contoh: orang yang menciptakan mesin kipas angin. Tidak lain tujuan dari menemukan kipas angin adalah untuk menyenangkan si pencipta tersebut.
Ketika manusia mengetahui Sumbernya (Resource) maka itu membuat manusia akan memiliki sikap komitmen takut akan Allah. Ulangan 8:17-18 "Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini."
Kejadian 1-26-27; kalau sumber kita adalah Allah, maka otomatis DNA-Nya pun akan turun ke kita. Kita adalah orang-orang yang diciptakan untuk berkuasa (have dominion) di bumi. Standar hidup orang-orang yang percaya pada Tuhan adalah tidak akan pernah mengalami masa-masa kering. Setiap orang yang tahu sumbernya pasti menyenangkan hati Tuhan. Manusia tidak boleh mengandalkan kekuatannya sendiri. Yeremia 17:5 "Beginilah firman TUHAN: Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!"
Ketika seseorang tahu posisinya dan menjadi maksimal di dalamnya, maka itu akan mempengaruhi pergerakan ministry yang menghasilkan pelipatgandaan yang luar biasa. Tetapi yang sering kali menjadi penghambat adalah kita mencoba untuk mengurusi posisi orang lain, tanpa kita pun maksimal di posisi kita masing-masing.
Setiap manusia mempunyai fungsi dan posisinya masing-masing. Jangan pernah merasa diri kita tidak memiliki fungsi atau tidak berarti. Sebab setiap manusia mempunyai fungsi dan posisi yang spesifik di hadapan Tuhan. Oleh karenanya, LAKUKANLAH BAGIANMU SUNGGUH-SUNGGUH (Kolose 3:23).
Hidup kita akan menjadi excellent kalau kita melakukan bagian dimana kita ada dengan bersungguh hati kepada Tuhan. Akan terjadi kemandekan pergerakan dari pelayanan ketika semua posisi berusaha mengurusi posisi orang lain. Oleh karenanya, mari, TEMUKAN POSISIMU.
Yohanes 3:30 "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. Galatia 2:20; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku." Yesuslah yang semakin besar dan semakin menguasai hidup kita, sedangkan keakuan (ego) kita yang semakin terkikis.
Destiny Final kita adalah TO BE LIKE JESUS! Menjadi serupa dengan Yesus. Sebab kedekatan melahirkan keserupaan. Dengan siapa kita bergaul karib, maka kita akan menjadi serupa dengannya. Begitu pula dengan Kristus, semakin kita intim denganNya, maka kita akan menjadi serupa denganNya (nearness become likeness).
Caranya ialah :
- Bergaul karib dengan Tuhan Yesus.
- Libatkan Dia dalam segala hal.
- Mengasihi Tuhan; melakukan kehendakNya.
- Berbagi dengan Tuhan (communion = sharing in common atau berbagi kesamaan).
Tuhan Yesus Memberkati!!